Showing posts with label Aura/Magnet Diri. Show all posts
Showing posts with label Aura/Magnet Diri. Show all posts

Monday, April 19, 2010

Vibrasi Alam

Kembali ke Alam! Sebuah petuah bijak bagi manusia post modern yang penuh rekayasa yang hidup di suatu kumparan peradaban yang kehilangan jati dirinya, kehilangan kepekaan untuk merasakan getaran-getaran alam simbol pancaran kasih sayang-Nya.
Flower-2-13505.jpeg
Pada suatu ketika, di tahun 1996 silam saya pernah tertarik dengan sebuah komunitas penyembuhan psikologi dan spiritual alternatif. Nama komunitas itu adalah Padepokan Lemah Putih di pinggir Kota Solo, yang dipimpin oleh Suprapto Suryodarmo. Komunitas padepokan ini konon sudah kondang hingga di dunia internasional. Justeru di dalam negeri sendiri, keberadaan komunitas ini masih dianggap sebelah mata. Mereka hanya dianggap sebagai perkumpulan para penggiat seni tari yang beraliran spiritualis. Padahal, para cantriknya berasal dari berbagai belahan dunia, mulai Prancis, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, hingga dari kota-kota di tanah air namun dengan jumlah yang sangat sedikit.
Di sebuah hari yang redup, saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke padepokan dan ikut merasakan bagaimana komunitas ini mengadakan latihan penyembuhan psikologis dan spiritual. Saya kagum dengan lingkungan padepokan ini. Berada di sebuah lembah yang lumayan luas, asri dan rindang. Di beberapa sudut, berdiri gubuk-gubuk tempat para cantrik tinggal. Senyap oleh lantunan suara alam: desir angin, gemericik air yang menyentuh bebatuan sungai, dan suara gendang bertalu-talu tiada beraturan.
Suara gendang? Ya…Itu adalah salah satu bentuk latihan Padepokan Lemah Putih. Saat gendang ditabuh, sekitar sepuluh cantrik berkewarganegaraan asing menari-nari tiada beraturan. Gerakannya kadang liar, aneh dan tidak terduga. Tidak ada pakem bagaimana jari harus dilengkungkan, bagaimana kaki harus melangkah, bagaimana leher harus melongok ke sana ke mari,…… Mirip ritual sebuah sekte sesat!
Latihan berikutnya: belajar berjalan di atas batu-batu sungai, bergulung-gulung di pantai, menyerap energi purba candi Sukuh, menari di atas batu untuk merasakan gerakan alam. Apa yang alam inginkan, pada saat itulah tubuh bergerak. Konsepnya sederhana: gerakan tubuh tidak perlu direkayasa sedemikian rupa dengan konsep dan persepsi bermacam-macam. ”Jangan berpikir, biarkan tubuhmu terbang oleh angin, biarkan dirimu lepas seperti debu,…” kata Suprapto Suryodarmo, sang guru kepada para cantrik-cantriknya.
Setelah berlatih menjalani hidup yang seiring dengan alam, maka biasanya terjadi diskusi-diskusi informal. Di sana terungkap bahwa para cantrik itu berasal dari latar belakang yang tidak main-main. Ada yang bergelar doktor dari Universitas Sorbonne, Harvard University, Massachusset Institute of technology, dan banyak lagi yang selama ini hidup di komunitas terpelajar, mapan dan kaya di negara-negara maju.
Lantas, kenapa mereka yang sangat rasional, sudah berlebihan dari segi materi dan mungkin mampu membeli kebahagiaan dengan uang dan materi yang mereka miliki justeru berguru dalam sebuah komunitas BACK TO NATURE, yang sangat tradisional dan unik itu?
Saya menyimpulkan bahwa mereka para cantrik datang ke padepokan itu untuk memenuhi keinginan yang sejatinya harus selalu hidup dalam diri manusia: untuk merasakan kembali bagaimana bahasa dan getaran-getaran alam. Kerinduan untuk menyatu dengan alam, menyatu dengan dirinya sendiri dan menyatu dengan Tuhan. Selama ini mereka tidak mendapatkan itu semua. Manusia modern tidak lagi merasakan getaran hidup sehingga otak, perasaan mereka tumpul.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan bagaimana manusia hidup di tengah samudera getaran alam yang merupakan BAHASA ALAM. Bila diperhatikan segala gejala alam yang timbul di alam semesta ini adalah merupakan suatu gerakan yang teratur mulai dari galaksi sampai ke bagian terkecil dari struktur benda di alam ini. Kehidupan makluk didunia ini pun mengalami pergerakan mulai dari kehidupan sosial sampai ke organ tubuh terkecil sekalipun.
Demikianlah yang terjadi pada aktivitas makhluk hidup yang ditandai dengan pergerakan ion-ion yang mengakibatkan timbulnya getaran dalam bentuk suatu gelombang yang bergerak secara periodik dengan frekuensi dan simpangan tetap dan tertentu,. kecuali adanya gangguan atau hambatan yang mempengaruhi langsung atau menginduksi gerakan tersebut. Frekuensi yang ditimbulkan tergantung BENTUK, UKURAN DAN STRUKTUR ORGAN bersangkutan, bahkan akan timbul getaran dengan sejumlah frekuensi yang berbeda yang disebut SPEKTRUM.
Makhluk hidup melalui organ-organnya menghasilkan getaran dengan beragam frekuensi. Frekuensi getaran yang dibangkitkan berkisar dari 5 Hrz sampai ke gelombang cahaya tergantung jenis organnya. Frekuensi yang dapat didengar manusia berkisar dari 20 Hz sampai dengan 20 Khz disebut dengan GETARAN SUARA ATAU AKUSTIK. Ada dua sumber getaran yang dibangkitkan makluk hidup yaitu dari pita suara dan organ-organ tubuh lainnya.
Getaran atau suara yang dibangkitkan dari pita suara mempunyai makna tertentu dan merupakan alat komunikasi antar sesamanya. Sedangkan getaran yang timbul dari organ-organ tubuh lainnya menunjukan KONDISI FISIK MAUPUN SPIRITUAL MAKLUK bersangkutan. Demikian pula getaran yang diinduksi ke makluk hidup dapat mempengaruhi tingkah laku dan pertumbuhan baik mempercepat atau memperlambat.
Dalam berkomunikasi, manusia maupun hewan mengeluarkan suara yang dapat dimengerti oleh sesamanya sebagai informasi atau sinyal. Misalnya sinyal adanya serangan musuh agar hewan sekelompoknya dapat menghindar. Demikian pula saat proses kehidupan lainnya seperti proses perkawinan, bertelur atau melahirkan, minta tolong, stres, senang, dan sebagainya setiap jenis hewan akan membangkitkan suara getaran dengan frekuensi dan spektrum tertentu yang dimengeti oleh kelompoknya.
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya hasil pengamatan pada ikan yang dilakukan beberapa pakar antara lain, Pada tahun 1998 dan tahun 2001, pakar-pakar dari Intitute for Coastal and Marine Resources, Departement of Biology, Departement of Physics East Carolina University, Greenville, USA, telah melakukan pengamatan getaran suara yang dibangkitkan tbeberapa jenis ikan yaitu weakfish, spotted seatrout dan ikan red drum dalam keadaan normal maupun sedang bertelur.
Demikian pula pada tahun 2002, tim peneliti dari Pusat penelitian sains dan teknologi UI, mengamati getaran yang dibangkitkan sekelompok ikan mas dan ikan bandeng yang sedang bergerombol di Akuarium Seaworld dan hasilnya diperoleh getaran dengan frekuensi rendah yaitu 7 Hz dengan spektrum yang berbeda.
Hal yang sama dilakukan oleh pada serangga dimana para peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat bersama tim akhli dari Universita Florida, Universitas Auburn dan Pusat penelitian Universitas Pertanian dan Mekanika, telah mendeteksi getaran suara yang ditimbulkan oleh sejenis hewan serangga bawah tanah (White Grubs) untuk berbagai kondisi antara lain, sedang makan, bergerak, dan bertelur.
Ada pengaruh terhadap pertumbuhan atau tingkah laku makluik hidup bila diberikan getaran dengan spektrum frekuensi tertentu. Misalnya, bila terjadi gesekan antara dua jenis benda misalnya logam, akan menimbulkan perasaan ngilu di gigi, dan bila getaran tersebut dibangkitkan selang waktu yang cukup lama, akan berakibat sress.
Pengamatan yang pernah dilakukan adalah membangkitkan getaran suara dengan frekuensi 11 KHz secara kontinyu akan berakibat terasa pusing, memekakkan telinga manusia, bahkan mungkin dapat mematikan. Demikian pula hasil penelitian lain yang menunjukkan bahwa pembangkitan getaran dengan frekuensi rendah akan mengakibatkan keadaan perut terasa mual dan ingin muntah.
Penelitian yang dilakukan suatu kelompok perternak sapi perah di Wisconsin, USA, menyimpulkan bahwa musik Rock and Roll dapat menyebabkan induk sapi betina menjadi tegang (stres). Selama satu tahun WDFA melakukan studi secara tertutup dan membandingkan level produksi susu induk sapi yang mendengarkan variasi dan tipe-tipe musik. Peternak-peternak sapi perah tertarik untuk mendapatkan satu bentuk musik tertentu lebih produktif daripada bentuk musik lainnya. Jadi mereka dapat menerapkan suatu sistem musik dikandangnya.
Produksi susu ditabulasi setiap minggu, lalu dibandingkan dan diidentifikasi musik mana yang terproduktif bagi induk sapi betina. Hasilnya, artis-artis penyanyi seperti Slipknot, Linkin Park dan Marilyn Manson menghasilkan sedikit susu atau tidak sama sekali. Bagaimanapun suara asli dari penyanyi rock seperti Blink 182 dan Green Day menyebabkan susu mengalir seperti sebuah sungai.
Bagaimana pada tanaman? Dari pengalaman yang pernah dihadapi, tanaman yang terletak di rumah yang tidak dihuni tidak berbuah sedangkan tanaman yang dihuni berbuah lebat (dengan kondisi kedua tanaman tersebut tetap dipelihara). Demikian selanjutnya setelah rumah tersebut dihuni, semua tamanan berbuah dengan lebat.
Getaran yang dibangkitkan secara terus menerus (kontinyu) akan mengakibatkan strees, mual atau pusing tergantung dari frekuensi yang dibangkitkan. Setiap organ tubuh dalam prosesnya membangkitkan getaran dengan frekuensi tertentu tergantung dari ogan tubuhnya. Bila suatu getaran dibangkitkan dari suatu sumber tertentu yang frekuensi sama dengan frekuensi salah satu organ tubuh, maka akan terjadi resonansi pada organ tubuh tersebut dan akibatnya akan timbul gangguan melalui susunan syarafnya seperti mual, pusing, ngilu sakit pada salah satu organ tubuh bersangkutan.
Ada satu teori yang menjelaskan bila suatu organ tubuh mengalami gangguan, maka kekuatan getaran yang ditimbulkan organ yang mengalami gangguan tersebut lebih lemah dari getaran pada keadaan sehat atau dapat juga terjadi frekuensi getaran yang dibangkitkan akan menyimpang dari frekuensi asalnya. Hal tesebut tidak asing lagi karena paramedis telah melakukannya dengan bantuan cardiograf, stetoscope atau alat sejenis lainnya.
Hal ini jelas karena setiap ada suatu proses, tubuh akan membangkitkan getaran dengan frekuensi tertentu. Sedangkan bila ada penyimpangan misalnya jantung tersumbat, maka aliran darah sebelum penyumbatan akan diperlambat dan aliran darah sesudah daerah penyumbatan akan dipercepat yang berarti adanya perubahan frekuensi dari aliran darah tersebut. Bila suatu getaran diberikan pada organ yang mengalami gangguan, maka getaran yang diberikan dengan frekuensi yang sama akan teresonansi dengan getaran organ yang lemah tersebut dan mengakibatkan getaran yang lemah tersebut diperkuat dan akan menyembuhkan organ bersangkutan.
Getaran yang dihasilkan oleh ikan dibangkitkan oleh gerakan dan dari organ ikan itu sendiri seperti gelembungn renang atau standulatory organ. Spektrum frekuensi suara yang dibangkitkan oleh gerakan tergantung dari bentuk, ukuran dan pergerakan dari masing-masing ikan. Semakin pipih bentuk ikan maka semakin cepat penyimpangan gerakan badannya, artinya semakin tinggi frekuensi yang ditimbulkannya. Semakin panjang badan ikan maka semakin tinggi penyimpangan gerakan badannya yang berarti semakin besar amplitudo getaran yang ditimbulkannya. Amplitudo tersebut akan makin besar bila jumlah individu yang terdapat dalam sekawanan jumlahnya semakin banyak. Frekuensi getaran yang ditimbulkan dari gerakan sekelompok ikan tersebut berkisar dari 7 sampai dengan 10 Hertz.
Untuk berkomunikasi, ikan membangkitkan getaran suara dengan menggosok-gosokan bagian badan-tulang, gigi secara bersamaan. Ikan Krapu (Grouper), contohnya, akan menghasilkan bunyi gebukan dengan memukulkan penutup insang ke tubuhnya. Untuk kebanyakan ikan suara yang dibangkitkan akibat gelembung renang yaitu gas berisi gelembung yang menyerupai organ. Dinding elastik gelembung renang dihubungkan ke otot yang dapat memanjang dan berkontraksi untuk meningkatkan dan menurunkan volume gelombang renang.
Getaran ini menggantikan air di sekitar ikan, merambat keluar sebagai gelombang suara yang dapat didengar sebagai dengkuran, siulan atau suara drum, tergantung pada penggunaan otot Frekuensi Spektrum getaran yang dibangkitkan tergantung dari tingkah laku ikan dan struktur gelembung renang setiap ikan, sehingga getaran yang dihasilkan akan berbeda pula untuk setiap jenis ikan bahkan untuk jenis kelamin yang berbeda yang bagian tubuhnya mempunyai perbedaan meskipun sangat kecil.
Pengaruh getaran yang banyak dijumpai pada hewan adalah getaran suara yang ditimbulkan akibat tingkah laku tertentu misalnya bertelur, berkumpul, memberi tanda adanya bahaya dan sebagainya. Untuk hewan menyusui, irama getaran yang diberikan akan mempengaruhi fisiologi hewan tersebut dan secara langsung akan mempengaruhi pertumbuhannya maupun reproduksinya. Jadi dengan menberikan suara dengan irama yang mengalun dan tenang akan memberikan suasana tenang dan nyaman sehingga akan meningkatkan pertumbuhhan dan produksi susunya .
Musik yang didengarkan manusia akan mepengaruhi prilakunya. Demikian pula bila musik rock diperdengarkan pada sapi, sapi akan berperilaku tegang. Mengapa hal tersebut terjadi. Seperti diketahui, hewan tidak mempunyai perasaan seperti halnya manusia. Musik rock yang diperdengarkan bukan iramanya tetapi tingkat kebisingannya. Untuk musik yang bising, sapi bersangkutan akan strees dan secara tidak langsung akan mempengaruhi sistim kelenjar yang berhubungan dengan produksi susu. Sebaliknya, bila diperdengarkan musik-musik romantis, maka akan timbul perasaan tenang.
Hewan menyusui yang mengalami stress akan mempengaruhi kelenjar hypofise, sehingga akan dikeluarkan hormon adrenalin. Hormon adrenalin akan menghambat produksi hormon oxytosin yang berperan merangsang sekresi susu pada sel-sel alveolus kelenjar mammae, sehingga sekresi susu terhambat.
Para pakar dari Departemen Pertanian Amerika Serikat, misalnya melakukan penelitian dengan mendeteksi getaran suara yang ditimbulkan oleh sejenis hewan serangga bawah tanah (White Grubs) untuk berbagai kondisi antara lain, sedang makan, bergerak, dan bertelur. Hasil yang diperoleh adalah spektrum suara yang saling bebeda untuk setiap kondisi. Dengan melakukan analisis terhadap berbagai jarak keberadaan, kekuatan sinyal yang diterima akan menentukan lokasi serangga di dalam tanah.
Serangga menghasilkan suara dengan beberapa cara yaitu dengan sayapnya, dari hentakan kakinya ke substrat, dengan menggesekkan badannya satu sama lain, mengaktivasi membran getar, atau mendenyutkan aliran udara. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan bahwa seekor serangga yang bersayap, bila dibangkitkan getaran dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi getaran sayapnya, serangga tersebut akan jatuh.
Berdasarkan atas kesadaran akan pentingnya getaran inilah, para petani jahe di desa Kembang Kecamatan Ampel, Boyolal memiliki cara inovatif dengan memanfaatkan getaran tertentu untuk meningkatkan hasil panennya. Getaran yang digunakan merupakan sistim penyuburan melalui daun dengan memberikan getaran pada frekuensi tinggi (sonar), sehingga merangsang stomata untuk tetap terbuka dan akan meningkatkan kecepatan dan efisiensi penyerapan pupuk yang berguna pada proses pertumbuhan.
Begitulah kenyataannya, kahanannya. Peradaban modern kita semakin sakit, sebuah peradaban yang menjauhkan diri manusia dari dirinya sendiri dan alam sekitarnya. Kita jarang lagi bisa dan mampu mendengarkan getaran yang berada pada frekuensi yang alamiah. Manusia modern lebih suka memasukkan getaran dalam telinganya berbagai getaran rekayasa yang sesungguhnya semakin menjauhkan dirinya dari KESADARAN akan ALAM SEMESTA dan TUHAN SEMESTA ALAM.
Dengarkan bagaimana jangkrik bernyanyi, dengarkan suara desir angin sepoi di malam purnama, dengarkan bagaimana daun-daun bergerak tertiup angin, kicau burung yang bermain dengan anak-anaknya, denyut nadi tubuh kita yang berdetak dan suara air yang mengalir di bebatuan gunung yang misterius ….
Semua itu adalah NYANYIAN ALAM, BAHASA ALAM, BAHASA SIMBOLIK dari KEBERADAAN TUHAN SANG PENCIPTA.
Wong Alus

Friday, April 16, 2010

Pemancar Energi@Vibrasi di tubuh manusia

Pemancar Energi@Vibrasi di tubuh manusia

Pada diri manusia terdapat 2 pemancar energi sangat penting. Energi yang keluar itulah akan berlakunya Law of Attraction(LOA). Apa yang dipancarkan atau dikeluarkan dari pemancarnya akan menarik semula energi atau vibre atau frekuansi yang sama kepada individu tersebut.
Otak adalah pemancar dan penerima energi yang paling selalu diperkatakan oleh ramai pengamal2 sains minda dan peminat2 LOA. Otak bukan sahaja memancarkan energi atau frenkuasi dari tubuh manusia malahan ia juga menerima setiap frekuansi yang ada di sekitar diri anda atau di alam semesta. Apa yang anda fikirkan akan menghasilkan energi atau tenaga. Malahan energi yang keluar tersebut jika difokuskan dan dikuatkan boleh menjadi senjata yang lebih kuat dari kuasa laser. Minda berpegang pada konsep di mana fikiran anda pergi di situ energi akan mengalir. Jika sekarang anda memelihat gambar kekasih anda di dalam minda anda maka energi terus mengalir kepada kekasih anda hanya kurang dari sesaat. Buktinya, jika kekasih anda sensitive kepada energi, dadanya akan berdebar dan dia akan teringatkan kekasihnya tadi. Bukti lain adalah aura. Aura yang terbentuk disekeliling diri anda adalah juga hasil energi yang anda pancarkan dari otak dan pemikiran anda. Jika anda berfikiran positif maka energi positif dan aura positif akan di hasilkan di sekeliling diri anda.
Pemancar kedua adalah dari hati yang menghasilkan perasaan dan emosi anda. Pemancar kedua ini paling kurang disebut oleh pengamal2 LOA. Tetapi pemancar kedua jugalah yang paling banyak memberi gangguan kepada kejayaan seseorang menarik apa yang mereka inginkan.
Setiap emosi yang anda hasilkan mempunyai vibre atau energi yang tersendiri. Samada anda gembira, senang hati, bahagia, marah, kecewa, sedih dan pelbagai emosi lain akan menghasilkan energi yang berlainan. Buktinya, aura orang yang marah berbeza dengan aura seorang yang sedang gembira. Aura seorang yang sedang bercinta sangat berbeza dengan aura seorang yang dalam kekecewaan dengan kekasihnya. Aura adalah energi. Warna adalah frekuansi tenaga atau energi. Kerana itu, setiap emosi yang anda lahirkan mempunyai vibre nya yang tersendiri.
Masalah paling besar adalah selalunya energi yang keluar dari kedua 2 pemancar ini bertentangan atau kontras di antara satu sama lain. Seorang pengamal positif thinking selalu cuba berfikiran positif tetapi hatinya selalu menidakkan pemikiran tersebut. Ada yang membuat affirmasi tetapi hatinya ketawa dengan affirmasi yang disebutkan. Pemikirannya cuba bertenang tetapi hatinya berdebar- ketakutan dan mengelabah tak menentu.
Jadi apakah yang anda perlu lakukan?

Terapi Aura-Autisme

Menjadi autis tidak berarti menjadi bukan manusia. Walau apa yang normal bagi orang lain tidak normal bagiku, apa yang normal bagiku tidak normal bagi orang lain. Diriku tetap utuh. Aku tidak rusak. Hargai aku apa adanya. Aku hanya ibarat mahluk asing yang terdampar di duniamu tanpa pedoman apapun.
Aku telah mencoba untuk memahamimu, tapi dalam beberapa hal aku tidak mampu untuk mengerti. Walau aku sedikitpun tidak pernah meminta untuk berada di duniamu yang aneh ini, aku tetap mencoba untuk bertahan. Tolonglah aku... mengertilah aku...
Memiliki anak autis adalah tanggung jawab terbesar yang dapat dipikul oleh kita sebagai orang-tua mereka. Hari-hari panjang yang melelahkan, kurang tidur, rumah yang berantakan terus menerus dan situasi yang sering meremukkan hati akan harus terus kita hadapi sepanjang hidup. Belum lagi kekhawatiran bila memikirkan siapakah yang akan melindungi dan menyayanginya bila kita sudah tidak ada kelak…..

Kegagalan Ilmu Kedokteran

Pendekatan ilmiah kedokteran sampai hari ini tidak membuahkan hasil dalam “menyembuhkan” penderita autisme. Yang mereka lakukan hanya menghasilkan beribu macam teori dan ribuan lagi eksperimen psikologi yang sebenarnya mereka sendiri juga terperangkap dalam kebingungan. Para pendidik autisme lebih lagi bingungnya mau menerapkan standar terapi yang mana yang benar. Teori-teori itu sering bertolak belakang satu dengan yang lainnya. Ahli yang satu berbicara begini, yang lain berbicara begitu.
Yang terjadi, kita orang tuanya menjadi orang yang paling kebingungan. Anak autis kita menjadi kelinci percobaan berbagai metode silih berganti, mulai dari diet khusus yang ketat, obat-obatan sampai disiplin-disiplin terapi yang makan waktu panjang dan menguras air mata dan kantong. Tetapi apakah yang terjadi? Anakku sayang, anakku malang tetap berada dalam dunianya yang asing dan tak mampu kita pahami….
Sebagian dari kita putus asa menyerah ditengah jalan dan memilih menyembunyikan keberadaan si anak malang yang dianggap aib keluarga. Sebagian lagi mungkin karena kecintaan? atau lebih karena tanggung jawab? meneruskan upaya pengobatan dengan satu pengharapan suatu hari nanti anakku akan menjadi anak normal seperti anak-anak lain.
Tahukah anda berapa banyak orang-tua seperti anda yang pernah datang dan bercerita kepada kami bahwa mereka selalu berdoa memohon kepada Tuhan agar usia anak autis mereka tidak dipanjangkan melebihi usia hidup mereka……? mereka tidak sanggup memikirkan anak malang kesayangan mereka itu tertinggal seorang diri tanpa perlindungan di atas dunia ini….

Kami di sini ingin membagi sesuatu yang berharga kepada anda, silahkan terus membaca penjelasan kami. Mungkin agak bertele-tele tetapi itu semua agar anda mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang ingin kami sampaikan.

 Pendekatan Holistik

Kita secara setengah-setengah atau secara keseluruhan telah mencapai suatu pemahaman bahwa pendekatan-pendekatan secara ilmiah (kedokteran) dalam penanganan penyembuhan anak autis tidaklah membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.
Mungkin hanya karena kita tidak mau dituduh tidak bertanggung jawab atau tidak sayang anak maka kita tetap berupaya menjalani semua anjuran-anjuran terapi itu, berpindah dari satu dokter ke dokter lainnya atau berpindah dari satu sekolah autis ke sekolah lainnya dengan suatu harapan yang sebenarnya kita tahu amat samar-samar. Kita menjalaninya seperti suatu rutinitas tanpa harapan pada akhirnya. Kita menjalaninya walau mungkin terpaksa karena rasa tanggung jawab telah tidak sengaja menghadirkannya ke dunia ini…
Kewajiban itu adalah benar, tapi “tanpa harapan” adalah salah besar… Di dunia Barat dimana ilmu kedokteran telah berkembang dengan sangat pesatnya dan hampir mencapai titik puncaknya, ternyata secara perlahan namun pasti mulai menyertakan metode-metode terapi Holistik dari Timur. Praktek pengobatan secara “batiniah” telah mendapat perhatian luas di sana. Banyak dokter Barat juga mempraktekkan metode pengobatan seperti Prana, Reiki, Akupuntur dan lain-lain semacam itu yang nota-bene tidak bisa dijelaskan dengan logika ilmiah yang selalu mereka agung-agungkan.
Kenapa fenomena semacam itu mewabah justru di Barat yang biasanya segala sesuatunya harus bisa dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah baru bisa dipercaya sebagai suatu kebenaran? Tidak lain karena pendekatan ilmiah yang orientasinya adalah “tubuh materi” telah gagal dalam menjelaskan/mengerti banyak sekali jenis penyakit konon pula mengobatinya! Hal yang sama yang justru mampu diperbaiki/disembuhkan dengan baik oleh metode-metode terapi penyembuhan Holistik Timur yang tadinya mereka anggap tahyul bodoh.

Tubuh Sehat Memiliki Pancaran Aura yang Baik

Kita sebagai orang Timur sejak ribuan tahun yang silam ketika orang Barat masih hidup di goa-goa purba telah mengetahui bahwa suatu penyakit sebelum timbul mengganggu fungsi tubuh fisik (tampak gejalanya) adalah telah terlebih dahulu terbentuk (mengganggu/menyakiti) tubuh non-fisik.
Tubuh non-fisik yang dewasa ini kita kenal dengan istilah “aura” (pancaran tubuh non-fisik yang bisa dilihat dan dikenali dengan metode foto Kirlian) akan lebih dahulu terganggu/sakit bila ada sesuatu yang tidak beres pada diri kita bahkan jauh sebelum tubuh fisik kita mulai terasa sakit.
Pengobatan (perbaikan) pada tubuh non-fisik akan serta-merta juga mengobati (memperbaiki) tubuh fisik sekaligus, tetapi TIDAK sebaliknya. Pengobatan HANYA pada tubuh fisik tidak akan menghilangkan penyebab sakit tetapi hanya gejalanya saja. Itu sebabnya, selama tubuh non-fisik belum diperbaiki maka penyakit akan berulang-ulang (kambuh lagi) dalam jarak waktu yang singkat.
Perdebatan akan terjadi…. bila penyakit yang disebabkan infeksi bakteri/jamur/virus (yang adalah mahluk fisik) diberi obat yang tepat kan pasti sembuh? Benar, anda tidak salah. Dan anda juga pasti tahu bukan bahwa kuman bisa menginfeksi tubuh kita adalah dikarenakan sistem kekebalan tubuh kita kalah melawan serangan mereka?
Tetapi tahukah anda bahwa jauh sebelum kuman mampu menyerang kita telah terlihat sebenarnya “kebocoran” pertahanan pada tubuh non-fisik kita? dan bila kita cepat “menambal” kebocoran itu maka kuman tidak akan pernah mampu berhasil menembus pertahanan kekebalan tubuh kita? Jadi bila HANYA diberikan obat fisik saja maka yang terjadi adalah, kita akan terus menerus “sakit dan sembuh” berulang-ulang (kambuhan).

GANGGUAN AURA PADA ANAK AUTIS

Pada diri anak autis, pancaran cahaya tubuh non-fisik (aura) mereka terlihat sangat tidak beraturan dan cenderung selalu berubah-ubah yang tercermin dalam perilaku mereka yang tidak stabil dan sulit ditebak.
Anda dapat melihat perbedaan nyata bila membandingkan foto aura dari anak normal dan anak penderita autis. Hal inilah yang selama ini luput atau tidak diketahui oleh para ilmuwan yang mempelajari autisme. Mereka sibuk berusaha mencari-cari kesalahan pada tubuh fisik penderita autis yang tidak pernah mereka temukan, karena autisme lebih merupakan gangguan kestabilan atau gangguan fungsi dari-pada tubuh non-fisik!
Pengobatan autisme harus dilakukan pada tingkat non-fisik atau dengan kalimat yang lebih tegas, upaya untuk menormalkan anak penderita autisme harus dilakukan dengan cara “mengatur kembali” ketidak-teraturan (kekacauan) yang terjadi pada tubuh “halus” mereka.

Ketidak-teraturan ini ada yang terjadi sejak kelahiran, ada pula yang terjadi pada awal kehidupan (dibawah usia 3 tahun). Jika bukan bawaan lahir biasanya terjadi karena anak mengalami truma hebat seperti sakit parah atau terkejut hebat yang menakutkannya dan lain sebagainya (kita tidak pernah tahu pasti penyebabnya) pada masa awal kehidupannya itu.
Itu sebabnya ada anak yang ketika bayi kelihatan normal saja, mulai pandai berbicara dan beraktifitas layaknya anak-anak normal lain tetapi tiba-tiba berubah drastis dan menjadi autis, tiba-tiba si anak menarik diri dari lingkungan sosialnya, kehilangan kemampuan berbicara dan berinteraksi, mereka seperti menyendiri di dalam dunianya dan mulai bertingkah aneh-aneh. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang menjadi penyebabnya.

Tidaklah penting bersusah payah mencari penyebabnya, yang jelas yang harus anda hadapi dan akui saat ini adalah anak anda autis.... Penerimaan dan pengakuan adalah sangat penting karena tanpa itu anda akan tersesat dalam mencari ikhtiar demi penyembuhan anak anda tercinta itu. Hargai dia layaknya manusia yang utuh, tidak kurang dan tidak rusak. Jangan menganggapnya cacat, dia hanya sedang sakit, dan setiap sakit pasti ada obatnya bukan?


HARMONISASI AURA

Upaya untuk “mengatur” kekacauan yang terjadi pada tubuh non-fisik penderita autisme memang tidak selalu mudah. Seringkali “kekacauan” itu sedemikian hebatnya hingga ketika kita pertama kali akan “mengaturnya” timbul perlawanan dalam pola tingkah-laku si anak.
Mungkin bisa terjadi si anak yang biasanya tidak menggigit akan menggigit dan memukuli siapa saja yang mencoba mendekatinya, anda harus bersiap-siap menghadapi kemungkinan itu. Karena itu pulalah waktu yang dibutuhkan masing-masing anak autis untuk sembuh sangat bervariasi. Yang menderita hanya sedikit “kekacauan” akan sembuh dan normal kembali dalam tempo relatif singkat, ada yang “kacau berat” akan membutuhkan waktu relatif lebih lama.

Metode Terapi Keseimbangan

Metode terapi yang kami miliki untuk “mengatur” kekacauan dalam tubuh non fisik anak autis bersumber dari khazanah kebudayaan Cina kuno. Ribuan tahun yang lalu sebenarnya pengobatan untuk gejala gangguan peri-laku yang sekarang kita kenal dengan istilah autisme telah mengalami keberhasilan yang menakjubkan. Pada masa itu terapi yang diberikan pada anak-anak atau orang dewasa yang menderita “kekacauan roh” dinamakan Terapi Keseimbangan Langit dan Bumi yang sekarang untuk singkatnya kami namai Terapi Keseimbangan saja.
Dalam metode terapi ini “kekacauan” yang terjadi pada tubuh non-fisik anak autis “diatur” dengan cara “menyeimbangkan” antara kekosongan dan kelebihan - kepadatan dan kelonggaran - kekuatan dan kelemahan pancaran roh yang kita sebut aura itu.
Pada anak normal auranya stabil dan harmonis, seimbang dalam besar dan kekuatannya mengikuti pola umum manusia normal dan sehat.
Pola aura yang kacau pada anak autis secara perlahan dan lembut “dipaksa” mengikuti pola aura mahluk manusia normal yang telah diprogramkan (diisi/ dicetak) pada media Terapi Keseimbangan ini. Perubahan memang harus perlahan dan lembut, bila tidak akan terjadi semacam “luka aura” yang akan lebih sulit lagi untuk disembuhkan. Itu sebabnya dalam melakukan Terapi Keseimbangan ini pada diri anak dituntut kesabaran dan ketelatenan anda.


MEDIA MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL)

Terapi Keseimbangan ini mempergunakan minyak zaitun (olive oil) sebagai medianya. Olive oil (minyak zaitun) merupakan media yang sangat baik untuk menimbun energi-energi harmonisasi yang berupa pola aura sempurna. Pemrograman (pengisian) pola aura sempurna (aura pattern) ke dalam media minyak ini dilakukan melalui serangkaian proses metafisik Cina kuno yang berdasarkan kitab I’Ching (kitab perubahan).
Anda jangan berprasangka bahwa hal ini menyangkut ritual agama/kepercayaan tertentu, sama sekali tidak. Tidak ada unsur agama manapun yang terlibat dalam proses ini, hanya semata-mata memanfaatkan sumber-sumber energi alamiah yang memang tersedia secara melimpah ruah di dunia ini dengan tehnik tertentu untuk kebaikan umat manusia.
Proses yang dilakukan mungkin kira-kira sama seperti proses yang kita butuhkan bila kita ingin memanfaatkan energi listrik untuk penerangan di rumah kita. Listrik telah lama ada sebelum Benyamin Franklin menemukannya dan mengajarkan kepada kita cara menimbulkan, mengumpulkan, menimbun dan memanfaatkan energi ini untuk kemudahan hidup manusia. Pada awalnya, energi listrik adalah sebuah keajaiban. Banyak hal yang tadinya kelihatan sangat ajaib sebenarnya hanya merupakan hal yang biasa saja bila kita telah mengetahui caranya bukan?

CARA PAKAI

Olive oil (minyak zaitun) ini dipakai untuk mandi si anak. Hanya butuh setetes (seoles) dari minyak ini yang dicampurkan dengan air mandi-pagi si anak. Anda boleh mencampurkan air mandi-pagi ini dengan beberapa butiran garam (sebaiknya garam kristal yang bening) untuk memberi semacam efek pembersihan pada kotoran aura yang terlepas ketika proses harmonisasi aura terjadi pada diri anak anda.
Ingat, hanya sekali sehari, pada waktu mandi-pagi saja.
Usahakan mandi-pagi ini tidak lewat dari jam sembilan pagi, agar manfaatnya tidak berkurang. Setelah selesai dimandikan dan berpakaian, ajaklah anak anda keluar rumah sebentar agar terkena siraman matahari, sebentar saja (5 menit) cukup dan itu memberikan efek penguatan pada kulit terluar auranya. Hanya itulah yang anda harus lakukan setiap hari.
Bila anda merasa perlu, berdoalah terlebih dahulu pada Yang Maha Kuasa memohon kesembuhan dan penyempurnaan diri anak anda itu. Jika anda tidak lalai melakukan “acara kecil” ini setiap pagi tanpa putus, niscaya anak anda akan segera sembuh dan normal kembali seperti anak lainnya.

PERHATIAN:

Ember dan gayung yang dipergunakan untuk mandi ini harus yang baru dibeli dan tidak boleh dipergunakan untuk keperluan lain apapun atau oleh siapapun kecuali si anak! Bila anak anda mandi masih dengan cara direndam seperti bayi, air bekas mandi harus segera dibuang kedalam kloset/got, jangan dipakai lagi untuk keperluan lain apapun juga walau hanya untuk menyiram halaman atau tanaman sekalipun!


KEGUNAAN LAIN

Terapi Keseimbangan ini juga bermanfaat untuk mengatasi gejala anak hyper-aktif, terlambat bicara, anak yang tidak mau bergaul (sangat pemalu), lambat menangkap pelajaran di sekolah (pelupa dan sulit berkonsentrasi), anak yang sangat bandel (nakal), anak yang terlalu penakut atau yang sering ketakutan tanpa sebab dan sering mimpi buruk, anak yang selalu gelisah, mudah terkejut dan lain-lain.
Juga tidak ada batasan usia dalam memanfaatkan Terapi Keseimbangan ini. Orang-orang dewasa yang mengalami gangguan emosional atau stress dan gangguan psikis lainnya dapat dipulihkan dengan sangat baik oleh Terapi Keseimbangan ini. Ketentuan pakai untuk orang dewasa sama saja dengan anak-anak, satu tetes - satu hari sekali pada waktu mandi pagi.

Dari Laman : Tuahsakti

Warna Aura & Terapi Medis

Aura adalah medan energi yang mengelilingi tubuh kita. Bagi yang bisa melihat, aura memiliki warna yang terdiri dari 7 warna pelangi, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Untuk melihat aura tubuh seseorang, bisa dilihat dengan menggunakan foto kirlian atau scan aura video.

Orang yang sedang sakit, aura tubuhnya seringkali menjadi tidak seimbang dan perlu diperbaiki. Jadi, warna yang seharusnya merah menjadi kurang merah. Atau yang seharusnya menjadi hijau menjadi kurang hijau, dengan memberikan warna di tempat yang kekurangan, akan kembali terjadi keseimbangan yang akhirnya membantu dalam proses pengobatan.

Terapi warna, ternyata tidak terbatas untuk membantu pengobatan saja. Penggunaan warna orange sebagai dekorasi sebuah kafe atau restoran tidak sekedar memberikan penampilan ceria, tetapi juga untuk menambah nafsu makan para pengunjung.

Pada tahun 980-1037, Avicenna, seorang dokter dari Arab menjelaskan pentingnya warna dalam diagnosa dan pengobatan penyakit. Menurutnya, tanda-tanda penyakit dalam tubuh bisa dikenali dari warnanya.

Ia juga menggunakan warna untuk terapi. Menurutnya, warna merah akan memperlancar sirkulasi darah, warna biru dan putih memperlambat sirkulasi darah sedangkan warna kuning meredakan nyeri dan peradangan.

Di awal abad ke-20, terapi warna mulai diteliti secara ilmiah dan mulai banyak digunakan. Max Luscher, mantan dosen psikologi dari Basle University menegaskan bahwa warna yang dipilih seseorang bisa menunjukkan kondisi pikiran atau ketidakseimbangan kelenjar dalam tubuhnya. Karena itu, bisa dijadikan dasar untuk diagnosa secara fisik maupun psikis.

Tahun 1990, para ilmuwan melaporkan dalam pertemuan tahunan American Association for Advancement of Science, mngenai keberhasilan penggunaan cahaya biru dalam mengatasi berbagai masalah psikologi, termasuk kecanduan obat-obatan, gangguan makan, impotensi dan depresi.

Kemudian ditemukan pula bahwa cahaya merah ternyata efektif untuk mengatasi migren dan kanker. Lama kelamaan, terapi warna pun diterima secara luas sebagai alat terapi dengan berbagai penggunaan yang bersifat medis.

Oleh : Yoddy Hendrawan | 12-Des-2006, 04:38:47 WIB